Tampilkan postingan dengan label padang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label padang. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Mei 2013

peran wanita di dalam masyarakat minangkabau chat online


Try Relay: the free SMS and picture text app for iPhone.
Posisi Sentral Perempuan Minangkabau, Bundo kanduang, Pendidik Utama
Renungan kita bersama tentang “Kaum Perempuan” yang di Minangkabau di sebut “Bundo Kanduang” sesungguhnya memiliki posisi yang kuat.

Oleh : H. Mas’oed Abidin

Mukaddamah Perjalanan Perempuan

1. Perempuan sering disebut dengan panggilan ‘wanita’. Panggilan ini lazim dipakai di negeri kita. Seperti darma wanita, karya wanita, wanita karir, korp wanita, wanita Islam dsb. Kata-kata “wanita” (bhs.Sans), berarti lawan dari jenis laki-laki, juga diartikan perempuan (lihat :KUBI).[1]

2. Ada lagi yang memanggil wanita dengan sebutan ‘perempuan.’ (bhs.kawi,KUBI). Kata “empu” berasal dari Jawa kuno, berarti pemimpin (raja), orang pilihan, ahli, yang pandai, pintar dengan segala sifat keutamaan yang lain. Bila istilah ini yang lebih mendekati kebenaran, saya lebih cen­derung memakai kata perempuan selain wanita. Karena di dalamnya tergambar banyak peran.[2]

3. Di masa jahiliyah berlaku pelecehan gender yang terbukti dengan kelahirannya di sambut kematian.
Keberadaannya pada zaman jahiliyah sangat tidak diterima, ada paham bahwa wanita pembawa aib keluarga. Jabang-jabang bayi itu mesti dibunuh, begitu kesaksian Kitab suci tentang perangai orang-orang jahiliyah.[3]

4. Kondisi ini sama dengan masa Fir’aun, terhadap anak lelaki yang di lahirkan kaum Musa (keluarga ‘Imran) harus dibunuh, yang pada masa sekarang mirip rasilalisme, atau ethnic cleansing.

5. Kitab suci Al Qur’an menyebutkan perempuan dengan sebutan Annisa’ atau Ummahat. Konotasinya adalah ibu. “Ibu” bisa berakronim “Ikutan Bagi Ummat.” Annisa’ adalah tiang bagi suatu negeri [4].

Dalam bagian lain Nabi saw meungkapkan, dunia ini indah berisikan pelbagai perhiasan (mata’un), perhiasan yang paling indah adalah isteri-isteri yang saleh (perempuan atau ibu yang tetap pada perannya dan konsekwen dengan citranya) (Al Hadits).

Begitu penafsiran Islam tentang kedudukan perempuan, yang diyakini seorang Muslim.

6. Sejak hampir dua ribu tahun berlalu, menurut Al Qur’anul Karim, perempuan telah ditetapkan dalam derajat yang sama dengan jenis laki-laki dengan penamaan azwajan atau pasangan hidup (Q.S.16:72, 30:21, 42:11). Dahulu memang penilaian terhadap perempuan sangat rendah, di zaman jahiliyah kisahnya diceritakan, apakah makhluk perempuan tergolong jenis manusia yang punya hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki. Atau hanya sekedar benda yang boleh dipindah-tangankan sewaktu-waktu atau untuk diperjual-belikan sebagai komoditi budak yang menjadi sumber pendapatan bagi pemiliknya. Bahkan disiksa, dihadiahkan atau mungkin dibunuh sesuka pemiliknya.

Kata woman dalam bahasa Inggris berasal dari “womb man”, atau manusia berkantong, sebuah pemahaman Eropa klasik tentang suatu makhluk setengah manusia yang mempunyai kantong dan bertugas menjadi tempat tumbuh calon manusia. Ah “dia” kan hanya womb man atau manusia kantong (“manusia” yang hanya kantong tempat manusia).

7. Dalam kebudayaan Minangkabau sejak lama yang kemudian berkembang menjadi “adat bersendi syara’, syara’ bersendi kitabullah” menempatkan wanita sebagai ‘orang rumah’ dan ‘pemimpin’ masyarakatnya dengan sebutan “bundo kandung”, menyiratkan kokohnya kedudukan perempuan Minangkabau pada posisi sentral.

Dalam budaya Minangkabau perempuanlah pemilik seluruh kekayaan, rumah, anak, suku bahkan kaumnya.

Namun, laki-laki dalam oposisi-biner perannya adalah sebagai pelindung dan pemelihara harta untuk
‘perempuan’-nya dan ‘anak turunan’-nya.

Maka generasi Minangkabau yang dilahirkan senantiasa bernasab ayahnya (laki-laki) dan bersuku ibunya
(perempuan), suatu persenyawaan budaya yang sangat indah.

Hak asasi perempuan

Hak asasi perempuan dalam rangkuman Hak Asasi Manusia yang diper­juangkan hingga hari ini, sudah
diperlakukan sangat sempurna sejak 15 abad dalam ajaran Islam. Itu berarti delapan abad mendahului pandangan ragu-ragu mengakui perempuan.

Agama Islam melihat perempuan (ibu) sebagai mitra yang setara (partisipatif) bagi jenis laki-laki.

Dalam konteks Islam ini, sesungguhnya tak perlu ada emansipasi bila emansipasi diartikan perjuangan untuk persamaan derajat tugasnya. Yang diperlukan adalah pengamalan sepenuhnya peran perempuan sebagai mitra, yang satu dan lainnya saling terkait, saling memerlukan, dan bukan untuk eksploatasi. Sebagai pemahaman azwaajan, pasangan atau kesetaraan.

Bundo Kanduang
Di dalam kaba, Rancak di Labuah misalnya, digambarkan laki-laki lebih banyak merusak masyarakat yang akhirnya diselamatkan perempuan. Seolah-olah rumah tangga itu dikendalikan perempuan.

"Banyak kaba lain memperlihatkan perempuan menyelamatkan masyarakat, anak, putra-putri. Sedangkan mamak-nya atau bahkan bapaknya kadang-kadang malah tidak muncul dalam kaba," ujar Mursal.

Bahkan, dalam kaba Cindua Mato, sebagaimana dikemukakan budayawan Edy Utama, Bundo Kanduang (sebutan untuk perempuan Minang) digambarkan sebagai orang yang sangat berkuasa. Tidak saja karena sistem sosial matrilineal, tetapi juga punya kekuasaan memerintah. Posisi Bundo Kanduang begitu sentral dan amat menentukan.

"Dalam banyak hal, secara realitas, perempuan Minangkabau dari dulu sampai sekarang sudah banyak berperan dalam bidang ekonomi, sosial-budaya, politik, dan sebagainya. Bahkan, perempuan-perempuan Minang juga membuat perubahan, seperti yang dilakukan Rohana Kuddus. Hanya saja karena dominasi kaum lelaki, peran wanita tersebut tidak begitu mencuat ke permukaan," katanya.

Fungsi Politik Wanita Minang
Sementara itu, pakar politik dari Universitas Andalas, Padang, Ranny Emilia, dalam suatu diskusi menegaskan, perempuan Minangkabau memiliki fungsi politik dan telah menjalani peranan itu sejak lama.

Penelitian yang dilakukan Ranny tentang peranan politik perempuan Minangkabau semakin memperjelas bahwa meskipun laki-laki diberikan kepercayaan sebagai pemimpin politik dalam komunitas nagari, tetapi sistem politik Minangkabau tidak bersifat patrialistik, tidak disusun berdasarkan fondasi yang membedakan laki-laki dan perempuan di dalam sistem itu.

"Saya melihat susunannya atau pengaruh seseorang di dalam sistem politik Minangkabau memang tidak didasarkan jender, tetapi dilihat dari kemampuan dan pengalaman seseorang menyediakan perlindungan serta pengawasan dari kerusakan kultural dan material kelompok yang diwakilinya," katanya.

Menurut Ranny, berdasarkan logika matrilineal, sangatlah mungkin perempuan dan laki-laki sama pentingnya dalam struktur sosial dan politik Minangkabau. Karena beberapa kewenangan yang diberikan kepada perempuan, merupakan dasar bagi perempuan memiliki peranan dan pengaruh dalam struktur politik Minangkabau.

Dari fakta yang ditemukan, perempuan memiliki posisi dan peranan dalam struktur politik Minangkabau. Dan sesungguhnya, partisipasi politik perempuan Minangkabau bersifat vital.

Kearifan lokal Wanita Minangkabau
Diantara lima besar suku bangsa terbesar di Indonesia yang tumbuh di alam NKRI, seperti Jawa, Minangkabau, Batak, Bugis, Madura, maka Minangkabau jelas tetap diperhitungkan sebagai suku bangsa yang unik, egaliter dan demokrasi yang ditegakkan secara konsisten. Kehidupan masyarakatnya jauh dari paham paham feodalisme. Masyarakatnya tumbuh dalam kondisi masyarakat  yang selalu ingin berubah menuju arah perbaikan. Akan tetapi masih ada sistem sosial kemasyarakatan yang tetap belum terkikis habis, yaitu sistem matriarkatnya dan masalah harta pusaka.

Walau mengalami berbagai benturan—dari dalam masyarakat Minang sendiri maupun dari luar, yang ingin menegakkan Adat bersendi syara’ dan syara’ bersendi kitabullah sejak dicanangkan pada pasca Perang Paderi sampai sekarang—namun ternyata sistem matriarkat Minangkabau menunjukkan resistensi dan relatif bertahan.

Mengapa sistem matriarkat dan Islam dapat hidup berdampingan di Ranah Minang? Padahal keduanya mengatur tata aturan yang saling bertolak belakang.

Didalam pengambilan garis keturunan – Islam menetapkan Nasab Ayah sebagai penarikan garis keturunan, sementara pada sistem matrilinial – adat menetapkan Ibu sebagai penarikan garis keturunan.

Begitu kuatnya kedudukan sistem matrilinial, maka solusi yang dilakukan oleh masyarakat minangkabau baik yang ada ranah maupun yang ada di Rantau adalah : melaksanakan sistem matrilinial dengan pola ABS – SBK, yaitu : seorang anak bernasab kepada ayah dan bersuku ke ibu. Dengan demikian kedudukan wanita didalam keluarganya tidak tegeser oleh batasan agama.

Didalam kancah nasional, ketika wanita Indonesia diberi kesempatan untuk berkiprah sehingga dapat menduduki posisi posisi puncak dalam suatu lembaga, namun belum ada wanita minang yang mencapai posisi itu. Sementara adat dan budayanya juga telah  mengedepankan posisi dan peran wanita minang sebagaimana yang diposisikan dalam peran sebagai bundokanduang. Apa yang menyebabkan demikian ?

Berbicara mengenai rumah dan keluarga, tentu terkait erat dengan kaum wanita. Dahulu pada Pasca Perang Paderi, dicoba  menerapkan konsep Islam ‘murni’ di Ranah Minang. Kedudukan wanita Minang dalam keluarga yang sudah lama diatur menurut sistem matriarkat yang melegitimasi garis keturunan melalui kuasa ibu (wanita), pada mulanya sedikit tergoncang.

Akan tetapi mengingat – wanita/perempuan/ibu – yang digambarkan sebagai bundokanduang – sebagai limpapeh (limpapeh/tiang) rumah nan gadang ( rumah tangga), ternyata tidak dapat tergeser begitu saja, hanya oleh karena semata adanya penerapan islam murni tadi. Mengapa demikian ? Diakrenakan  peran sosial wanita minang lebih mengutamakan untuk kepentingan keluarga / rumah tangga, termasuk keluarga besarnya  sebagaimana ia memposisikan dirinya. Bukan bagi kepentingan masyarakat luar.

Secara gamblang, kita memang  tidak melihat peran kemasyarakatan  wanita minang didalam kancah Nasional melebihi kemampuan kodrati wanita.  Katakanlah menjadi kepada Lembaga, Kepala Daerah, dan bahka menjadi orang nomor satu dijajaran keamanan negara. Namun demikian, bukan berarti wanita minangkabau  tidak memiliki nyali sebagai pemimpin seperti yang selalu dipertanyakan oleh kalangan pria minang sendiri. Melainkan karena kesadaran harkat ( kemampuan kodrati) dan martabat (harga diri) wanita minang yang tidak ingin menuntut kesetaraan gender melebihi  keseimbangan hidupnya sebagai wanita yang dimuliakan oleh adat dan budayanya termasuk kaum pria minang sendiri.


'/>

belajar bahasa padang online chat sambil pacaran


Try Relay: the free SMS and picture text app for iPhone.
Adiak namuah =adik mau
adinda namuah =adinda mau
ado namuah =ada mau
adolah namuah=adalah mau
ambo namuah=aku mau
waang babahayo=kamu berbahaya
adiak maangguak adik mengangguk
adinda maangguak =adinda mengangguk
adak adia = adik adil
ambo adia = saya adil
waang adia =kamu adil


Tulisan ini semata-semata hanya sebagai referensi Anda yang ingin belajar bahasa Minang.
SAPAAN
Orang Minang (untuk juga menyebut semua orang di Sumatera Barat) biasanya menyapa dengan kalimat “Ba a kaba?” atau “Apo kaba?”
Contoh:
Ba a kaba? Lai aman-aman se? (Bagaimana kabarmu? Baik-baik saja kan?)
KATA GANTI SUBJEK
Aku
Untuk percakapan dengan teman, yang sering dipakai adalah kata “Awak”. Untuk sebutan yang lebih kasar (biasanya percakapan santai antar para pria), bisa pakai kata “Aden” (kata ini haram untuk diucapkan wanita). Dalam lagu-lagu Minang tentang percintaan yang mendayu-dayu, mereka menyebut diri sendiri dengan kata “Denai”. Kata “Denai” kalau dalam bahasa Jawa mungkin kira-kira sama dengan “Sliraku”. Lebih halus. Bisa juga pakai “Ambo”, tapi jarang sekali digunakan.
Perempuan lebih sering menyebut namanya daripada memakai kata “Awak”. Kesannya memang agak kekanak-kanakan. Mereka biasanya menggunakan bagian akhir dari namanya. Sebagai contoh, perempuan Minang bernama Dina akan memakai “Na” yang diambil dari suku terakhir nama panggilannya untuk menyebut dirinya sendiri. Ia akan bilang: “Na sadang sibuk.” (Dina sedang sibuk). Lain lagi dengan perempuan bernama Asri yang akan bilang: “Iko baju I.” (Ini baju Asri). Dan sebagainya.
Kamu
Orang Minang menyebut lawan bicara langsung dengan nama mereka. Jadi mungkin (setahu saya) tidak ada kata “Kamu” dalam bahasa ini. Saya merasakan kesan akrab dalam cara berkomunikasi seperti ini. Karena mau tidak mau mereka harus selalu hafal nama orang kan? Agak sulit bagi saya yang sulit mengingat nama orang. Dalam bahasa Minang yang lebih kasar, mereka mengganti kata “Kamu” dengan “Ang”. Contoh: “Manga ang ka siko?” (Kenapa kamu kesini?)
Orang ketiga
Dia = Inyo
Yang dihormati
Sebutan untuk perempuan yang lebih tua atau dihormati = Uni
Sebutan untuk pria yang lebih tua atau dihormati = Uda
PERTANYAAN
Apa =  Apo, disingat A
Bagaimana = Bagaimano, disingkat Ba a
Berapa = Barapo, disingkat Bara
Dimana = Dimano, disingkat Dima
Darimana = Dari mano, disingkat Dari ma
Mana = Mano, disingkat Ma
Siapa = Siapo, disingat Sia
Kapan = Bilo
Mengapa = Mangapo, disingkat Manga
Kenapa = Dek a
Jadi kalau mau tanya “Bagaimana caranya?”, bisa pakai “Ba a caronyo?” atau “Bagaimano caronyo?”. Kata tanya yang disingkat lebih sering dipakai, terlebih dalam percakapan sehari-hari.
KATA PENUNJUK
Ini = Iko
Itu = Itu
Sini = Siko
Sana = Sinan
Situ = Situ
RUMUS BAHASA
Sebenarnya belajar bahasa Minang sangat mudah, karena banyak kata yang diadopsi dari bahasa Indonesia (mungkin malah bahasa Indonesia yang mengadopsi bahasa Minang). Hanya saja kata-kata itu mengalami semacam penggubahan sesuai dialek mereka.
Pemakaian huruf O
Kalau Anda sering melihat film dan ada karakter orang Minang disitu, yang Anda paling ingat mungkin pemakaian huruf O yang kerap mun cul. Bahasa Minang mengubah kata dalam bahasa Indonesia yang berakhiran A menjadi berakhiran O.
Contoh:
Cara = Caro
Belanja = Balanjo
Suka = Suko
Ada = Ado
Iya  = Iyo
Baca = Baco
Janda = Jando
Nama = Namo
Pengubahan –at menjadi –ek
Sebagian besar kata dalam bahasa Indonesia yang berakhiran –at berubah menjadi berakhiran –ek dalam bahasa Minang. Bunyikan –ek seperti mengucapkan “mbek” dalam kata “Lembek”.
Contoh:
Rapat = Rapek
Sarat = Sarek
Kawat = Kawek
Dapat = Dapek
Hambat = Hambek
Lambat = Lambek
Silat = Silek
Giat = Giek
Kuat = Kuek
Bedakan dengan contoh berikut:
Berat = Barek
Lebat = Labek
Tepat = Tapek
Penat = Panek
Merambat = Marambek
Keringat = Karingek
Perhatikan bahwa keenam contoh di atas tidak berubah menjadi “Berek”, “Lebek”, “Tepek”, “Penek” atau “Merembek”, melainkan “Barek”, “Labek”, “Dabek”, “Panek” dan “Marambek”. Suku kata pertama yang mengandung huruf E memang biasanya berubah menjadi A.

kosa kata padang (kamus )

seka = mengelap, membersihkan
gaok = gamang, keder
pantik = sunat rasul
jongkeh = sisir
kuliriak = jangkrik
coroh/tacoroh = tumpah/tertumpah
talen = parlente
manalen = melagak
talendo = tersenggol
ingua/salemo = selesma/Ingus
Sukuang/kalang ulu = Bantal
Pinggan = Piring
Cipia = Cawan
Pusuang = Obor
Pangua/garejoh = Kukuran
Tukiak/Catuih api =  Mancis
Catuih = Cicipi
Sayak = Tempurung Kelapa
Kayak = Kacau/pegang
Kawa = Minuman dari daun kopi/snack/makanan,minuman ringan
Galadia = Sifat orang yg tidak sopan
Palanta = Tempat duduk/santai
Tondeh/Buahkareh/Dama = Kemiri
Ladiang = Golok
baliuang = Kapak besar
Pageh = Hajar
Rangik/ageh = Nyamuk
Tangka/tageh/mada = keras kepala
Ongeh = Sombong/angkuh
Jaguang = Jagung/Pelit/kikir
Palik = Pelit/kikir
Cako/cuduh = Tadi
Cirik/ka aia = Buang air besar
Culam = Menyelam
Takaja/tagageh = tergesa gesa
Maleset = Menyimpan/tidak tepat sasaran
Gubalo = Gembala
Lapau/Kadai = warung
Kada/Kapuik = Kurap/kudis
Cindaku = Mahkluk Gaib
Lantak = Pancang
Balantak = Tabrakan
Cukia = Congkel
Cingaiah = Melihat ke atas/menerawang

Mancik/Landeh = Tikus
Kandiak = Babi
gacik = anjing
kapuyuak = kecoa
bingkaruang = kadal
Jawi/Bantiang = Sapi/Lembu
RUMUS BAHASA MINANG
#ini rumus umumnya
pertama….
kata yg diawali bunyi e akan berubah jadi a
misal….
kera—>karo
senang—>sanang
gelas—>galeh
kentang—>kantang
dst…

yg kedua…..
huruf a diakhir kata berubah jadi o
contohnya,kera(again)—>karo
apa—>apo
kuda—>kudo
dst(males mikir.com)

trus,buat akhiran ng,ditambahin a sebelom ngnya,kecuali untuk ang dan eng,itu mah teteup<—kok pake mah?emang blajar bahasa sunda??
contoh :
piring—>piriang
sarung—>saruang
kucing—>kuciang
gembung—>gambuang
trus klo ong,jadi ung(mungkin,ga berhasil nemu kata berakhiran ong,cuma nemu terong)
terong—>taruangyg keempat,pada akhiran ur,huruf r akan melebur dan “henshin!!” jadi huruf a
ex :
dapur—>dapua
kasur—>kasua
kabur(penglihatan)—>kabua
dsttrus,akhiran es berubah jadi eh
gelas—>galeh
jelas—>jaleh
keras—>kareh
dstabis itu,bunyi at diakhir berubah jadi ek
ulat—>ulek
jilat—>jilek
kuat—>kuekuh diakhir jadi uah
jatuh—>jatuah
tujuh—>tujuah
bunuh—>bunuahklo ut diakhir jadinya uik
takut—>takuik
ribut—>ribuik
sebut—>sabuik
garut—>itu nama daerah dodolzzzini belom semua,tapi gw lagi males nulis+mikir,maybe sometime gw tambahin#selanjutnya,kata tanya,selain apa,kapan dan bagaimana,cukup pake 2 suku pertamaxxx,tapi jng lupa digabung ama rumus diatas
berapa—>bara
kemana—>kama
siapa—>sia
dimana—>dima
apa—>apo
kapan—>bilo
bagaimana—>baa(dibaca ba-a)#kata ganti orang,ada banyak
untuk ganti aku
ambo—>biasanya dipake orang tua
awak—>ini bahasa sopan,dibahasa jepang kaya watashi
aden—>bahasa sedikit kasar,biasa dipake cowok,klo dijepang ini sama kayak ore
gw—>anak gaoel padang jaman sekarang pake gw–lw,tapi bahasanya masih minanguntuk ganti kamu
waang—>agak kasar,biasa dipake buat manggil cowok
kau—>lebih kasar lagi,tapi sering dipake cewek,ditekankan pada bunyi huruf u-nya
lw—>kaya gw bilang tadi,anak gaul padang sekarang pake lw–gw
bahasa sopannya kamu teh naon??
maap,gw ga tau…(ketauan bgt org yg ga sopan)
biasanya gw klo mo sopan panggil nama aja^_^”untuk perhatian,ada beberapa kata yg ga ngikutin tuh rumus
tapi yaa,kaya gw bilang tadi,gw lagi males mikir
jadi gw kasi sebagian ajakelapa—>klo ikut rumus bakal jadi kalapo,tapi aslinya adalah karambia
tidur—>tidualalok
gaduh—>gaduahmamakak/ribuik(gaduah dipake buat arti ganggu)
mulut—>bukan muluik,tapi muncuangn ini kata gaul yg biasa gw pake
maranggeh—>dikacangin
manyamak—>ga ada gunanya
padiaah—>bangeeet
mabuak—>mabok,kelakuan aneh
pakak—>B.E.G.Osegitu dulu deh y,hahaha
sambungannya….
coming soon…..




Banyak orang yang mengira bahwa bahasa padang itu selalu berakhir dengan huruf  “o” seperti mata menjadi mato, suka menjadi suko, iya menjadi iyo dan sebagainya. Tapi ada yang unik dari bahasa padang, ternyata bahasa padang itu tidak selalu berakhiran “o” dan itu  dapat dipelajari dengan mudah. Berikut adalah beberapa tips dari saya bagi anda yang ingin belajar dan mencoba berbicara dengan bahasa padang.

1.  Setiap kata yang berakhiran -ing biasanya berubah menjadi -iang

Kucing = kuciang

cacing = caciang

kambing = kambiang

pusing = pusiang

2. Kata yang berakhiran -as biasanya berubah menjadi -eh

atas = ateh

keras = kareh

gelas = galeh

kertas = karateh

3. Kata yang huruf keduanya terdapat huruf -e biasanya berubah menjadi a

kertas = karateh

gelas = galeh

gerimis = garimih

sedih = sadih

4. Kata yang berakhiran  -is biasanya berubah menjadi -ih

habis = habih

gerimis = garimih

kamis = kamih

nangis = nangih

5. kata yang berakhiran -ut biasanya berubah menjadi -uik

laut = lauik

sikut = sikuik

lutut = lutuik

perut = paruik

6. Kata yang berakhiran -at biasanya berubah menjadi -ek

padat = padek

kuat = kuek

berat = barek

sikat = sikek

7. kata yang berakhiran dengan -ir biasanya berubah menjadi -ia

air = aia

pasir = pasia

kikir = kikia

Itulah sedikit contoh bahwa bahasa padang tidak selalu berakhiran “o” dan mudah dipelajari dan dipahami, tetapi apa yang saya sampaikan di atas tidak mutlak semua kata bisa diubah seperti di atas tetap ada kata-kata yang punya arti sendiri bila diterjemahkan ke dalam bahasa padang. Cukup sekian, semoga bisa beemanfaat dan terima kasih.
'/>

karakter lelaki padang


Try Relay: the free SMS and picture text app for iPhone.

1) HIDUIK BARAKA, BAUKUE JO BAJANGKO.
Hiduik artinya hidup
Baraka artinya berfikir
Baukue jo Bajangko artinya berukur dan berjangka.

Dalam menjalankan hidup dan kehidupan, orang Minang dituntut untuk selalu memakai akalnya. Berukur dan berjangka artinya harus mempunyai " rencana yang jelas dan perkiraan yang tepat".

Kelebihan manusia dibandingkan dengan haiwan dan tumbuh-tumbuhan adalah kerana manusia mempunyai tiga alat vital yang mempunyai kekuatan besar apabila digunakan secara tepat dalam menjalankan hidupnya, iaitu otak, otot dan hati. Dengan otak, manusia dapat berfikir untuk memanfaatkan alam untuk hidup dan kehidupannya. Dengan otot, manusia dapat menggerakkan benda-benda alam dari satu tempat ke tempat lain. Dengan hati, manusia dapat memahami manusia lain dengan mengembangkan perasaan dan hati nuraninya.

Salah satu syarat untuk dapat diterima dalam pergaulan ialah bila kita dapat membaca perasaan orang lain secara tepat. Dalam zaman sekarang hal ini di kenal dengan ilmu empati, iaitu dengan mencuba mengadaikan kita sendiri dalam posisi orang lain. Bila kita berhasil menempatkan diri dalam posisi orang lain, maka tidak mungkin kita akan memaksakan keinginan kita pada orang lain. Dengan cara ini banyak konflik batin yang dapat dihindari. Pepatah mengajarkan dengan tepat sebagai berikut:

Elok dek awak Yang elok menurut kita
Katuju dek urang (Namun juga) disukai orang lain.

Segala sesuatu yang menurut fikiran sendiri adalah baik, belum tentu dianggap baik pula oleh orang lain. Rambut sama hitam tetapi fikiran adalah berbeza-beza.

Nenek moyang orang Minang telah lama menyakini bahwa "perencanaan yang matang" adalah salah satu unsur yang sangat penting untuk melaksanakan sesuatu pekerjaan. Pepatah berikut meyakinkan kita akan kebenarannya:

Balabieh ancak-ancak
Bakurang sio-sio
Diagak mangko diagieh
Dibaliek mangko dibalah
Bayang-bayang sepanjang badan ( Beban jangan lebih dari kemampuan)
Nan babarieh nan dipahek
Nan baukue nan dikabuang
Jalan nan luruih nan ditampuah
Labuah pasa nan dituruik

2) MALU JO SOPAN / BASO BASI
Adat Minang mengutamakan sopan santun dalam pergaulan. Budi pekerti yang tinggi menjadi salah satu ukuran martabat seseorang. Etika pula menjadi salah satu sifat yang harus di miliki oleh setiap individu Minang.

Adat Minang ada menyebut:

Nan kuriak iyolah kundi
Nan merah iyolah sago
Nan baiak iyolah budi
Nan indah iyolah baso

Kuek rumah dek basandi
Rusak sandi rumah binaso
Kuek bangso karena budi
Rusak budi bangso binaso

Adat Minang sejak berabad-abad yang lalu telah memastikan bila moraliti suatu bangsa sudah rosak, maka lambat laun bangsa itu kelak akan binasa yakni akan hancur ditelan sejarah.

Adat Minang telah mengatur dengan jelas tata kesopanan dalam pergaulan, kita cuma tinggal mengamalkannya.... Pepatah ada menyebut:

Nan tuo dihormati
Nan ketek disayangi
Samo gadang bawo bakawan
Ibu jo bapak diutamakan

Budi pekerti termasuk salah satu sifat yang dinilai tinggi oleh adat Minang. Begitu pula rasa malu dan sopan santun, termasuk sifat-sifat yang diwajibkan dipunyai oleh orang-orang Minang.....

Dek ribuik rabahlah padi
Di cupak Datuk Tumangguang
Hiduik kok tak babudi
Duduak tagak kamari cangguang

Gugur papaya karena binalu
Tumbuh serumpun ditepi tebat
Kalau habis rasa dan malu
Bagaikan kayu longgar pengikat

Kehidupan yang aman dan damai menjadi idaman adat Minang. Oleh itu, selalu diupayakan menghindari kemungkinan timbulnya perselisihan dalam pergaulan. Budi pekerti yang baik, sopan santun dalam pergaulan sehari-hari diyakini akan menjauhkan kita dari kemungkinan timbulnya sengketa. Budi pekerti yang baik akan sentiasa dikenang orang walaupun sudah putih tulang didalam tanah.

Pucuak pauah sadang tajelo
Panjuluak bungo linggundi
Nak jauah silang sangketo
Pahaluih baso jo basi ( perhalus budi pekerti )

Pulau pandan jauah di tangah
Dibaliek pulau angso duo
Hancua badan dikanduang tanah
Budi baiak takana juo

Nak urang koto ilalang
Nak lalu ka pakan baso
Malu jo sopan kok lah hilang
Habiehlah raso jo pareso

3) TENGGANG RASO.
Perasaan manusia halus dan sangat peka. Tersinggung sedikit dia akan terluka, perih dan pedih... Pergaulan yang baik adalah pergaulan yang dapat menjaga perasaan orang lain. Kalau sampai perasaan terluka bisa membawa bencana. Kerana itu adat mengajarkan supaya kita selalu berhati-hati dalam pergaulan, baik dalam ucapan, tingkah laku maupun perbuatan jangan sampai menyinggung perasaan orang lain. Tenggang rasa adalah salah satu sifat yang dianjurkan oleh adat Minang.

Pepatah ada memperingatkan:

Bajalan paliharo kaki
Bakato paliharo lidah
Kaki tataruang inai padahannyo
Lidah tataruang ameh padanannyo
Bajalan selangkah madok suruik ( berjalan selangkah lihat kebelakang )
Kato sapatah dipikiri
Nan elok dek awak katuju dek urang
Lamak dek awak lamak dek urang
Sakik dek awak sakik dek urang

Sifat tenggang rasa ini dianggap salah satu sifat yang dinilai tinggi pula dalam ajaran adat Minang. Setiap orang Minang di tuntut untuk memiliki sifat ini.....

4) SETIA/ LOYAL
Yang dimaksudkan dengan setia adalah teguh hati, merasa senasib dan menyatu dalam lingkungan kekerabatan. Sifat ini menjadi sumber dari lahirnya sifat setia kawan, cinta kampung halaman, cinta tanah air dan cinta bangsa. Dari sini pula akan lahir sikap saling membantu, saling membela dan saling berkorban untuk sesama mereka.

Pepatah adat menyebutkan sebagai berikut:

Malompek samo patah
Manyaruduk samo bungkuak
Tatungkuik samo makan tanah
Tatalantang samo minum aie
Tarandam samo basah
Rosok aie pulang ka aie
Rosok minyak pulang ka minyak

Bila terjadi suatu konflik dan orang Minang terpaksa harus memilih, maka orang Minang akan memihak pada dunsanaknya. Orang Minang adalah sama fanatiknya dengan orang Inggeris,.." Right or wrong is my country.....or.....Right is right, wrong is wrong".

Adat badunsanak, dunsanak patahankan
Adat bakampuang, kampuang patahankan
Adat banagari, nagari patahankan
Adat babangso, bangso patahankan

Dengan sifat setia dan loyal semacam ini maka orang-orang Minang akan sentiasa mempunyai sifat nasionalisma dalam menghadapi apa jua permasaalahan global baik didalam linkungan nagari maupun bangsa mereka....

5 ) ADIL
Yang dimaksudkan dengan bersifat adil adalah mengambil sikap yang tidak berat sebelah dan berpegang teguh kepada kebenaran. Bersikap adil semacam ini sangat sulit di laksanakan bila berhadapan dengan dunsanak sendiri. Ini kerana adanya pepatah adat yang lain yang berbunyi " adat dunsanak, dunsanak patahankan ". Menghadapi dua keadaan yang kontroversi ini, orang Minang harus pandai-pandai membawa diri dan harus bijaksana.

Adat Minang ada mengajarkan:

Bakati samo barek
Maukue samo panjang
Tibo di mato indak dipiciangkan
Tibo di paruik indak dikampihkan
Tibo di dado indak dibusuangkan

Mandapek samo balabo
Kahilangan samo marugi
Maukue samo panjang
Mambilai samo laweh
Baragieh samo banyak

Gadang kayu gadang bahannya
Ketek kayu ketek bahannya

Nan ado samo dimakan
Nan indak samo dicari
Hati gajah samo dilapah
Hati tungau samo dicacah

Gadang agieh baumpuk
Ketek agieh bacacah
( Punya banyak maupun sedikit harus dibagi merata )


6 ) HEMAT CERMAT
Saya tidak bermaksud untuk membangga-banggakan adat Minang dan nenek moyang orang Minang, tetapi cuba kita lihat apa petua nenek moyang kita orang Minang mengenai sifat hemat cermat mereka dalam urusan berkaitan dengan pengurusan manusia maupun pengurusan bahan-bahan yang terdapat dalam alam ini.....

Berkaitan dengan MANUSIA:

Nan buto pahambuih lasuang
Nan pakak palapeh badie
Nan patah pangajuik ayam
Nan lumpuah paunyi rumah
Nan binguang ka disuruah-suruah
Nan buruak palawan karajo
Nan kuek paangkuik baban
Nan tinggi jadi panjuluak
Nan randah panyaruduak
Nan pandai tampek batanyo
Nan cadiak bakeh baiyo
Nan kayo tampek batenggang
Nan rancak palawan dunie

Berkaitan dengan TANAH

Nan lereng tanami padi
Nan tunggang tanami bambu
Nan gurun jadikan parak(kebun)
Nan bancah jadikan sawah
Nan padek ka parumahan
Nan munggu jadikan pandam (kuburan)
Nan gauang ka tabek ikan
Nan padang tampek gubalo
Nan lacah kubangan kabau
Nan rawang ranangan itiek

7) SENTIASA BERWASPADA
Sentiasa ada sifat berwaspada atau ambil tindakan berjaga-jaga terhadap kemungkinan bahaya yang mendatang. Sifat waspada dan siaga ini termasuk sifat yang dianjurkan oleh adat Minang seperti yang disebut dalam pepatah berikut:

Maminteh sabalun anyuik
Malantai sabalun lapuak
Ingek-ingek sabalun kanai
Sio-sio nagari alah
Sio-sio utang tumbuah
Siang dicaliek-caliek
Malam di danga-danga

8) BERANI KERANA BENAR.
Islam mengajarkan kita supaya mengamalkan "amar makruf, nahi mungkar" iaitu mengajurkan orang supaya berbuat baik dan mencegah orang dari membuat kemungkaran. Menyuruh orang berbuat baik adalah mudah tetapi melarang orang dari berbuat mungkar kadang-kadang mengundang risiko yang sangat tinggi...bisa-bisa nyawa menjadi taruhan!

Mencegah kemungkaran seperti mencuri, merampok, korupsi, minum-minum, judi dan lain-lain mengandungi risiko yang tinggi. Untuk bertindak menghadang kemungkaran seperti ini memerlukan keberanian..

Adat Minang dengan tegas menyatakan bahwa orang Minang harus punya keberanian untuk menegakkan kebenaran yakni bertindak "BERANI KARENA BENAR". Pepatah dalam adat Minang ada menyebut:

Kok dianjak urang pasupadan
Kok dialieh urang kato pusako
Kok dirubah urang kato daulu
Jan cameh nyawo malayang
Jan takuik darah taserak

Asalkan lai dalam kabanaran
Basilang tombak dalam perang
Sabalun aja bapantang mati
Baribu sabab mandatang
Namun mati hanyo sakali
Aso hilang duo tabilang
Bapantang suruik di jalan
Asa lai angok-angok ikan
Asa lai jiwo-jiwo patuang
Namun nan bana disabuik juo

9) ARIF, BIJAKSANA,TANGGAP DAN SABAR
Orang yang arif bijaksana adalah orang yang dapat memahami pandangan orang lain serta dapat pula mengerti apa yang tersurat dan tersirat.
Tanggap artinya mampu menangkis setiap bahaya yang bakal mendatang.
Sabar artinya mampu menerima segala cobaan dengan dada yang lapang dan mampu mencarikan jalan keluar dengan fikiran yang jernih.

Ketiga-tiga sifat ini termasuk yang dinilai tinggi dalam adat Minang, seperti terlihat dalam pepatah berikut:

Tahu dikilek baliung nan ka kaki
Kilek camin nan kamuko
Tahu jo gabak di ulu tando ka ujan
Cewang di langik tando ka paneh
Ingek di rantiang ka mancucuak
Tahu di dahan ka maimpok
Tahu di unak kamanyangkuik
Pandai maminteh sabalun anyuik

Begitulah adat Minang menggambarkan orang-orang yang arif, bijaksana dan tanggap terhadap masaalah yang akan di hadapi.

Orang-orang yang sabar pula diibaratkan oleh pepatah sebagaimana berikut:
10) RAJIN

Sifat yang lain yang harus dipunyai orang Minang menurut adat adalah rajin seperti kata pepatah berikut:

Kok duduak marawiek ranjau
Tagak maninjau jarah
Nak kayo kuek mancari
Nak pandai kuek balaja

11) RENDAH HATI
Hidup di rantau bermakna orang Minang hidup sebagai minoriti dalam lingkungan majoriti suku bangsa yang lain. Mereka yang merantau dalam lingkungan daerah-daerah di Indonesia misalnya kurang merasakan sebagai kelompok minoriti... tetapi sekiranya mereka merantau keluar seperti ke Malaysia, ke Australia, ke Eropah dan lain-lainnya, mereka ini hidup di tengah-tengah orang lain yang berbudaya lain... bagaimana harus perantau Minang ini harus bersikap?

Adat Minang ada memberi pedoman sebagaimana berikut:

Kok manyauak di hilie hilie
Kok mengecek di bawah bawah
Tibo di kandang kambiang mengembek
Tibo di kandang kabau menguak
Di mano langiek dijunjuang
Di sinan bumi dipijak
Di situ rantiang dipatah

orang padang bagusnya kawin dgn orang padang juga : berikt alasanya :


Bagi laki2 orang minang baik itu padang, padang panjang, bukittinggi dan lainnya kenapa dianjurkan untuk memilih pasangan orang minang juga karena apabila laki2 minang mengambilbil istri orang selain minang maka anak yang dilahirkannya itu bukanlah orang minang lagi, si anak tidak mendapatkan hak apa2 seperti tidak memiliki salah satu suku yang ada di minang dan apa bila ia laki2 dan nanti menikah ia tidak mendapatkan gelar orang minang, si anak disebut dengan "anak pisang" yaitu kerabat orang minang karena di minang itu keturunan berdasarkan kepada ibu.

 Namun apabila seorang perempuan minang menikah dengan laki2 diluar minang, anak yg dilahirkannya adalah orang minang berdasarkan darah ibunya tersebut, mendapatkan suku berdasarkan suku ibunya.Karena orang minang sistem kekerabatannya matriakat.

Tapi sekarang ini sudah banyak keluarga minang yang tidak yang tidak menomersatukan hal itu.Mungkin si Ibu pacar kamu merasa sayang saja kalo keturunannya dalam adat terputus begitu.Begitulah alasannya yang lebih tepat, jadi bukan karena tanpa alasan orang tua di minang menganjurkan hal itu, dan juga bukan karna kolot seperti alasan yang disebutin teman2 yang memang tidak paham tentang adat istiadat di minangkabau.

Orang Minang dikenal kritis dan suka bercerita atau “maota” merupakan Sumber Daya Manusia yang memiliki wawasan tinggi, dan cocok dengan profesi Diplomat, Ulama, Pedagang, Guru dan Politisi.
Hal itu disampaikan ketika memberikan kuliah umum pada pembukaan perkuliahan semester ganjil tahun akademik 2010 – 2011 Program Pasca Sarjana IAIN Imam Bonjol Padang kemarin, oleh Gubernur Sumatera Barat IRWAN PRAYITNO.

Oleh karena itu, menurut Gubernur, pembangunan lima tahun kedepan SDM Sumatera Barat akan terus mengembangan potensi karakter kepada yang lebih positif dan produktif.
Dikatakan, melihat karakter tersebut jangan ada ada orang yang berpikir untuk membangun perusahaan padat karya di daerah ini, kecuali dibeberapa kabupaten kota yang memiliki multi-etnis yang jumlahnya lebih besar.

Biasanya masyarakat Sumbar tidak siap mental menjadi pekerja yang telaten, sehingga produktifitas amat kecil, karena banyak waktu yang digunakan untuk ngobrol.

Gubernur IRWAN PRAYITNO mengatakan, Sumbar yang saat ini memiliki 60 persen lebih petani, akan dibuatkan program Satu Petani Satu Sapi.
Program ini merupakan pengisi waktu luang petani yang selama ini dirasakan terbuang sia-sia dan tidak produktif.

Bagi yang siap lahan, akan dibantu dengan pengadaan bibit coklat, jangung, karet, kopi, nilam atau tanaman yang cocok dengan kondisi alamnya.
'/>

wanita padang pasir spesial chatingan ...

chatingan rame-rame ///
 
Try Relay: the free SMS and picture text app for iPhone.

Nama saya Ade Paramitha, 

itu saja tanpa marga karna saya tidak punya atau tidak diwariskan entahlah saya tidak peduli. Saya orang Padang walaupun saya lahir dan besar di Jakarta dan baru 3 kali seumur hidup pergi ke Padang (2 kali dibilang pulang kampung karna masih ada nenek di sana, 1 kali lagi sebagai turis karena berlibur, tanpa nenek yang perlu dikunjungi). Ayah saya asli Padang, lahir dan menghabiskan masa remaja di sana, pergi merantau ke Jakarta penuh harapan hingga masa di Jakarta melebihi masanya di Padang dan membaurkan logatnya. Ibu saya lahir dan besar di Riau, ayahnya transmigran dari Jawa, ibunya orang Padang, selesai SMA pergi ke Padang, bertemu ayah saya, jatuh cinta, menikah, ke Jakarta, dan menetap.

Kata orang, orang Padang itu pelit. Insya Allah sampe sekarang saya tidak merasa pelit dan tidak ada juga yang bilang saya pelit, apa mereka takut? sepertinya memang saya tidak pelit. Orang tua saya tidak pernah mengajarkan untuk pelit. Ibu saya biasa mengeluarkan rezekinya tiap bulan ke panti asuhan dll. Ayah saya juga selalu membantu orang di sekitarnya yang membutuhkan. Ibu saya selalu iba melihat anak2 kecil di jalanan yang hidup lebih berat dari semestinya, itu menurun ke saya, ke adik saya juga. Ibu saya mudah iba, ibu saya tidak pelit. Siapa bilang orang Padang pelit? kami tidak!

Temang saya dilarang keluarganya untuk menikah dengan orang Padang. Apa alasannya? Apa salah kami? Katanya karna salah seorang tantenya ditinggal suaminya yang orang Padang. Tidak adil! Kenapa karena orang itu satu ras ikut difitnah? Salah seorang anak mantan presiden RI yang asli jawa juga meninggalkan istrinya demi wanita lain, kenapa tidak dikutuk juga seluruh orang jawa? Ayah saya orang Padang, tapi tidak ada tanda2 akan meninggalkan ibu saya tanpa alasan (insya Allah), seluruh keluarga saya orang Padang, tidak ada juga tanda2 akan meninggalkan istrinya.

Kata orang, orang Padang kalau ngomong kasar. Fitnah lain lagi. Kami berbicara keras, tapi tidak kasar. Saya tidak pernah diajarkan bicara kasar oleh orang tua saya. Saya pernah melawan ibu saya waktu kecil, ibu saja langsung menjejalkan cabe ke mulut saya, rasanya perih tapi saya belajar. Ibu saya tidak pernah suka saya kasar. Saya belajar itu dari kecil. Bahkan ibu saya marah bila saya menyebut diri saya “aku” di rumah, dari dulu saya harus menyebut diri saya “adek” sebelum adik saya lahir dan mulai membiasakan dengan “kakak” setelah ada adik tumbuh dan berkembang di perut ibu saya. Saya tidak suka menyebutkan kata2 kasar secara sengaja ke teman saya, seperti ta*, anj*ng, b*b*, dll. Tapi kenapa orang Padang dibilang kasar? Teman saya orang Jawa biasa ngomong begitu, kenapa tidak dibilang orang Jawa kasar? Teman saya orang Kalimantan juga bicara seperti itu, tapi tidak ada cap orang Kalimantan kasar. Tidak adil!


orang padang itu...
  • orang padang itu pelit,,,hmmm,,,kenapa kita dibilang pelit yah??sumpah gerah bgt klo nonton salah satu sitkom di indosiar yang menampilkan sosok keluarga minang yang pelit abis,,ga segitunya juga kali,,kalo menurut gw sih orang padang itu bukan pelit,,namun sangat selektif dan bijak dalam me manage uang,,tak ingin uang itu keluar sia2,,kayaknya pelit itu adalah sifat yang ada dalam diri seseorang,,kalo seorang pada pelit,itu buikan karna dia orang padang,,tapi klarna emang dia nya aja yang pelit,,hoho
  •     cewek padang itu dominan,,komentar seperti ini sering bgt didenger,,sampe ada yg takiut punya pacar cewek padang,,,klo menurut gw,istilah dominan mgkn krg tepat,cewk padang itu tipikal cwek yang ga cuma nurut aja apa kata suami atau pacar mereka,,mereka terbiasa untk bersuara/berpendapat dalam menjalani sebuah hubungan,ini dikarnakan posisi wanita di minangkabau sgt dihormati,,di minang pendapat seorang wanita sgt dihargai dan wanita tidak dianggap sbg bawahan lelaki dalam sebuah rumah tangga,melainkan dianggap sbg partner/mitra lelaki dalam kehidupan  berumah tangga,namun terlepas dari semu itu,,wanita minang tetap menghargai suami mereka sbg kepala rumah tangga dan penanggung jawab utama dlm keluarga. jadi keluarga yang terbina akan menjadi keluarga demokratis yang mengahargai setiap pendapat,,ga ada yg cuma manut2 aja,,hehe,,jgn takut wahai para pria,,justru disinilah tantanganya,,mampukah anda menjadi kepala rumah tangga yang arif dan bijaksana??hehe,,wanna try??
  •     cewek padang jago masak,,hehe,,komen positif sepertinya=)
  •     cowok padang pasti nyari cewek padang lagi,,hmmm,,,sebagai mana perkataan seoramg teman “minag juo di den nyo,,yamg lain bialah indak” hehehe,kenapa yah??kita tanyakan saja pada para cowok padang,,,mungkin kasian anaknya nanti ga punya suku klo nikah sm yg bukan cewek padang,,tapi ini sih tergantung hati,,
  •     rata2 cwek padang berkerudung,,alhamdulillah,,ini komen positif lagi,,hihi
itulah beberapa komen dari orang di luar sana ttg org padang,,tak ada maksud apa2 dgn tulisan ini,,cuma lagi pengen berbagi,,hehe,,klo ada tambhan tulis aja di komen,,okeh2???

citra orang minang

entah sudah berapa kali harus kukatakan tidak semua laki-laki minang itu “dibeli” ketika menikah, itu hanya budaya di Pariaman, .. sebuah kabupaten di Sumbar .. kalaupun “dibeli”, toh adat bukanlah sebuah aturan sangat kaku yang tak bisa dikompromikan, asalkan masing2 keluarga bisa “berkomunikasi” saja. musyawarah mufakat demi bulat kata.

entah sudah berapa kali kukatakan.. tolong hentikan mengatakan orang padang pelit, buang stereotip yg hanya disebabkan persepsi khalayak ramai.. orang minang hanya mengatakan apa yg sesuai dengan hatinya, kalo IYA ya IYA, kalo TIDAK ya TIDAK, orang minang akan sangat royal dan loyal asal tau saja cara mengambil hatinya… orang minang adalah pekerja keras, budaya merantau mengajarkan mereka cara mengelola hidup secara pintar mulai dari nol hingga bisa jadi orang. dan pengalaman akan memberi kita cara berpikir yg luas …

entah sudah berapa kali kukatakan…

kadang aku juga bertanya setelah capek juga membuat pernyataan, kenapa kalian masih saja mau makan di rumah makan padang, kalaupun kalian sendiri bilang “harganya mahal”?

enak banget sesuai lidah  dan ngeyangin sih, katanya ..

kenapa juga kalian tetap mau membeli pakaian di orang padang, kalaupun kalian tau mereka sangat lihai dalam tawar menawar ?

ya, asyik aja sih .. mereka komunikatif dan lucu banget … puas belinya

dan… dan .. dan…

lalu kusimpulkan aja: yg jelas kalian ga jadi korban dari stereotip yg kalian buat dan edarkan sendiri kan?

:)

kapan sih kita bisa hidup damai, menghilangkan prasangka, dan menilai sesuatu dari sampulnya aja..

negeri lain udah tancap gas dg kemajuan, eh kita malah masih dikungkung saling curiga.. dan lupa berkomunikasi ..


'/>